
IAITFDumai.ac.id – Dumai – Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu dan produktivitas penelitian dosen melalui evaluasi dan tindak lanjut kinerja publikasi ilmiah dengaan mengelar workshop publkasi ilmiah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penguatan budaya akademik dan pencapaian standar mutu penelitian di lingkungan institusi.
Berdasarkan hasil evaluasi kinerja penelitian dosen tetap program studi (DTPS) tahun 2025, institusi mengidentifikasi bahwa masih terdapat dua orang dosen DTPS yang belum memiliki publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 maupun jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi dan refleksi terhadap pelaksanaan kriteria penelitian, khususnya terkait pemerataan produktivitas publikasi ilmiah di kalangan dosen.
Hasil evaluasi tersebut tidak hanya dipandang sebagai indikator capaian kinerja, tetapi juga menjadi dasar bagi institusi untuk merumuskan langkah perbaikan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan evaluasi berbasis data dan analisis SWOT, IAITF Dumai berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas penelitian dosen, sekaligus memetakan potensi, peluang, serta tantangan dalam meningkatkan kualitas luaran penelitian.
Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, IAITF Dumai merumuskan program pembinaan dan pendampingan publikasi ilmiah bagi dosen yang belum mencapai target publikasi. Program ini diarahkan pada peningkatan kemampuan metodologi penelitian, penguatan keterampilan academic writing, pendampingan penyusunan artikel ilmiah, serta strategi pemilihan jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang sesuai dengan bidang keilmuan dosen.
Pendampingan publikasi juga diarahkan pada proses penyempurnaan naskah, mulai dari penguatan substansi penelitian, penyesuaian sistematika penulisan, pemenuhan standar sitasi, hingga kesiapan artikel untuk disubmit ke jurnal tujuan. Dengan demikian, dosen memperoleh dukungan akademik yang lebih sistematis dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
''Selain pembinaan individual, institusi juga mendorong penguatan kolaborasi penelitian antardosen, baik di lingkungan internal maupun melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, meningkatkan kualitas metodologi, serta membuka peluang publikasi bersama pada jurnal nasional dan internasional bereputasi,'' ungkap Dekan Tarbiyah IAITF Dumai, Dr Deni Suryanto M.Pd
Dalam pelaksanaannya, peningkatan produktivitas penelitian juga diarahkan agar selaras dengan peta jalan penelitian institusi dan program studi. Dosen didorong untuk mengembangkan tema penelitian yang relevan dengan bidang keilmuan, melibatkan mahasiswa dalam proses penelitian, serta mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi, kebermanfaatan, dan dampak hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAITF Dumai, Dr (C) Dawami S.Sos M.I.Kom mengatakan untuk memastikan program tindak lanjut berjalan secara efektif, pimpinan institut bersama unit penjaminan mutu melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala melalui mekanisme Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Monitoring dilakukan dengan memperhatikan perkembangan penyusunan artikel, proses pendampingan, pengajuan naskah ke jurnal, serta capaian publikasi dosen. Hasil pemantauan tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) hasil Audit Mutu Internal (AMI,'' ungkapnya.
Melalui mekanisme tersebut, institusi dapat memastikan bahwa tindak lanjut tidak berhenti pada perumusan program, tetapi dilaksanakan dengan indikator capaian yang jelas dan dapat dievaluasi. Target peningkatan publikasi dosen juga diarahkan secara bertahap dan berkelanjutan dalam periode pengembangan institusi tahun 2025–2030, termasuk peningkatan kemampuan dosen dalam menghasilkan publikasi internasional bereputasi dan memperluas kemitraan penelitian nasional maupun global.
IAITF Dumai memandang bahwa peningkatan kualitas penelitian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan kebijakan, pendampingan akademik, ketersediaan fasilitas, serta komitmen dosen dalam mengembangkan kapasitas keilmuan. Oleh karena itu, hasil evaluasi terhadap dua dosen DTPS tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemerataan produktivitas penelitian dan membangun ekosistem publikasi ilmiah yang lebih kompetitif.
Melalui evalasi yang berkelanjutan dan tindak lanjut yang terukur, IAITF Dumai berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu penelitian, memperluas kontribusi akademik dosen, serta mendorong terciptanya publikasi ilmiah yang berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya institusi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. ***
Editor: Wadami
